komputer,bisnis,hobi

Loading...

Sabtu, 10 Juli 2010

MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI INFORMASI LISAN DALAM KONTEKS

Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan bahaa Indonesia setara tingkat Semenjana
Kompetensi Dasar: Menyimak untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat
Indikator
- Pengidentifikasian sumber informasi sesuai dengan wacana
- Pencatatan isi pokok informasi dan uraian lisan yang bersifat faktual, spesifik, dan rinci
- Pengenalan ragam/laras bahasa
- Pembedaan proses dan hasil dengan memerhatikan ciri atau penanda kata/kalimat

Wacana

Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global, Pelajar pun Menanam Pohon

Sedikitnya 24.000 pelajar SLTA (SMA dan SMK) di DKI Jakarta berkumpul di Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol untuk menghimpun diri dalam Club Pelajar Cinta Lingkungan “Teens Go Green”. Kekuatan pelajar ini digalang untuk memulai sekitar 400.000 pohon di DKI Jakarta. Pelajar pilihan dari 80 SMA/SMK se-DKI Jakarta itu diharapkan bisa merekrut dan mementor rekan-rekannya untuk ikut peduli ancaman pemanasan global dan perubahan iklim dengan aksi nyata, seperti menanam pohon. “Rantai manusia” ini akan menjadi momentum kepedulian pelajar Ibu Kota terhadap persoalan serius lingkungan. Berdirinya Club Pelajar Cinta Lingkungan itu dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Sabtu, 1 / 12 di Panggung Maksima, Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Acara itu terselenggara atas kerja sama TIJA, Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta, Yayasan Kehati, Harian Kompas, Warta Kota, dan Radio Prambors. Fauzi mengatakan, saat ini pelajar sudah menjadi pemelihara lingkungan, diharapkan lima tahun sampai 10 tahun mendatang, lingkungan akan lebih baik. Hari ini baru 80 SLTA besok seluruh sekolah SLTP dan SLTA di DKI Jakarta diharapkan bergabung. Fauzi juga memaparkan program pengurangan polusi yang dijanjikan akan mampu mengurangi tingkat polusi sampai 30 persen. “Itu bisa dicapai salah satunya dengan mendorong penggunaan energi alternatif bahan bakar gas terutama untuk angkutan umum,” katanya. Terkait dengan program hutan bakau, Fauzi berjanji akan lebih banyak menanam bakau di pesisir. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi engatakan, 2.400 pelajar yang mendukung “Teens Go Green” ini akan menjadi inisiator pelajar peduli lingkungan. Mereka akan menanam dan memonitor lingkungan di Jakarta. Untuk menarik minat pelajar, anggota
klub terpilih dari setiap SLTA akan mendapatkan fasilitas kartu bebas masuk semua wahana di Ancol. Di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Ny Ani Yudhoyono bersama Ny Mufidah Kalla dan sekitar 1.000 perempuan lain juga serentak menanam berbagai jenis pohon langka. Penanaman pohon oleh Ny Ani Yudhoyono 21 dan Ny Mufidah Kalla itu dilakuan bersama dengan tujuh organisasi perempuan di seluruh Indonesia pukul 08.00 WIB. Tujuh organisasi perempuan yang bergabung dalam Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 10 Juta Pohon adalah Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan, Tim Pengerak
PKK, dan Aiansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Selain para pejabat, penanaman 1.000 pohon di Cibubur mengerahkan anak sekolah dan anggota Pramuka.
Ny Ani Yudhoyono menanam pohon kecapi (Sandoricum koetjape), sedangkan Ny Mufidah Kalla menanam pohon jamblang (Syzygium cunini).
Sebanyak 1.000 bibit pohon yang umumnya pohon langka untuk kegiatan penanaman di Cibubur disediakan Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta. Usai penanaman serentak, Ny Ani melakukan konferensi jarak jauh dengan Ny Moenartinin T. Narang di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang serentak menanam 3.000 pohon dan Contantina Suai di Jayapura, Papua, yang serentak nenanam 4.000 pohon. “Jangan lupa pohon-pohon
itu dipelihara dan disirami agar tumbuh dan bermanfaat,” ujar Ny Ani. Tiga hari sebelumnya, dalam upaya menyelamatkan bumi dan menyambut Konferensi Para Pihak Ke-13 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (COP-13/UNFCCC), Presiden Yudhoyono
menanam pohon di Cibadak, Bogor, Jawa Barat, dalam gerakan menanam 79 juta pohon.

A. Memahami Sumber Informasi
Segala sesuatu yang memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan seseorang dapat disebut informasi. Informasi dapat diperoleh melalui berbagai sumber dalam bentuk lisan maupun tulisan yang disebut dengan sumber informasi. Sumber informasi dapat berbentuk media tulis cetak, seperti buku, koran, tabloid, majalah, ensiklopedia, surat, buletin, jurnal, dan selebaran. Sumber informasi dapat pula berbentuk media elektronik, seperti radio, televisi, internet, atau didapat langsung dari narasumber yang
bersangkutan dengan melalui percakapan, wawancara, diskusi, seminar, dan lain-lain. Narasumber tentunya orang-orang yang dianggap ahli dibidangnya, seperti tokoh agama, para guru, dan ilmuwan.
Sesuatu disebut sumber informasi jika memenuhi kriteria di bawah ini.
1.Berisi informasi bersifat objektif, masuk akal, dan faktual
2.Mudah didapat dan dikenal oleh umum
3.Keberadaannya resmi atau diakui
4.Dapat berupa media cetak atau elektronik
5.Dapat ditelaah, dikaji, dan dijadikan ilmu
6.Dapat berbentuk arsip, dokumentasi, dan peninggalan sejarah yang memang telah diteliti kebenarannya
7.Dapat berupa narasumber, yaitu dari orang yang diakui ahli dalam bidangnya, informasinya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan

Sesuatu tidak dapat disebut sumber informasi jika memenuhi kriteria berikut.
1.Sarananya belum dikenal secara umum
2.Berisi hal-hal yang tak masuk akal dan tak dapat dibuktikan
3.kebenarannya
3.Masih berisi asumsi, opini, yang perlu dikaji lagi secara ilmiah
4.Sumber informasi tidak akurat dan tidak tetap, selalu berubah-ubah

Banyak sumber informasi yang dapat kita pilih. Memilih sumber informasi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan dalam mendapatkannya, kualitas isinya, dan bentuk penyampaiannya. Untuk sumber informasi yang berbentuk media cetak, tentunya cara memperoleh atau menggalinya ialah dengan membaca. Kegemaran membaca membantu memperolah informasi sebanyak-banyaknya dari sumber informasi cetak atau tertulis. Jika membaca tidak menjadi kegemaran, kemungkinan
mendapatkan informasi dapat dengan memanfaatkan media elektronik. Informasi yang disajikan berbetuk audio-visual, selain dapat dilihat juga dapat didengar. Bentuk media elektronik saat ini dibuat dengan aneka ragam bentuk serta model yang dapat digunakan dan dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja.
Sumber informasi juga dapat dijadikan sarana penunjang proses belajarmengajar di sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan sarana berisi alat dan sumber belajar. Dalam kegiatan menyimak, sumber informasi yang digunakan sebagai bahan simakan adalah yang berbentuk rekaman atau uraian lisan. Melaluiinformasi yang didengarnya, siswa melakukan penyimakan.

B. Jenis Sifat Informasi
Dari segi sifat dan uraiannya, informasi dapat dibedakan menjadi informasi bersifat faktual, informasi bersifat opini atau konsep, dan informasi bersifat pemerian/perincian.
1. Informasi bersifat faktual ialah informasi yang berisi fakta-fakta, peristiwa nyata dan dapat dibuktikan. Informasi faktual terdiri atas fakta umum dan fakta khusus.
a. Fakta umum, yaitu informasi yang berisi fakta yang masih umum, belum teruraikan secara khusus tentang nama tempat, objek peristiwa, pelaku, dan sebagainya.
Contoh:
-Ayah baru pulang dari luar negeri dan sekarang mereka sedang menjemputnya di bandara.
-Puluhan pedagang kaki lima dan warung pinggir jalan terkena razia.
-Terjadi perampokan di sebuah rumah. Perampok berhasil menggasak barang-barang pemilik rumah.
b. Fakta khusus, yaitu informasi yang berisi kejadian atau peristiwa yang dijelaskan secara terperinci atau detail.
Contoh:
-Ayah baru pulang dari Amsterdam dan Ibu, adik serta Paman sedang menjemputnya di Bandara Soekarno-Hatta.
-Puluhan pedagang kaki lima di Jalan Gunung Sahari Senen, serta warung di pinggiran proyek Senen terkena razia.
-Terjadi perampokan di sebuah rumah gedung di Jalan Sukapura, Tanjung Priok Jakarta Utara. Perampok berhasil menggasak 30 gram perhiasan, 1 unit komputer serta uang 150 juta rupiah.
2. Informasi bersifat Opini atau Konsep
Informasi bersifat opini ialah informasi yang masih berupa pendapat, pikiran atau pendirian seseorang tentang sesuatu. Konsep ialah ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret.
Contoh opini:
-Banyak remaja sekarang yang bersifat permisif, mengganggap semua serbaboleh tanpa mempertimbangkan norma-norma yang berlaku.
-Sebagian besar lulusan UN tahun ini mendapatkan nilai yang memuaskan, hal itu dikatakan Kepala Sekolah SMK At-Takwa dalam pidato sambutan pada acara perpisahan siswa kelas 3.
Contoh konsep:
-Sebelum seminar atau diskusi dimulai, biasanya para peserta diskusi diberikan sebuah makalah. Makalah adalah tulisan yang berisikan prasaran, pendapat yang berisi uraian atau pembahasan pokok persoalan yang akan dibicarakan dalam rapat, diskusi, dan sejenisnya. Makalah juga sering diartikan jenis tugas pada mata kuliah tertentu yang berisi hasil kajian pustaka atau tulisan tentang suatu hal.
3. Informasi bersifat pemerian
Dalam menjelaskan sesuatu yang bersifat uraian khusus, penulis biasanya menjabarkan penjelasan khusus tersebut menyamping atau horizontal atau berbentuk satuan ke bawah secara vertikal. Uraian
khusus yang berupa penyebutan berbentuk kata atau frasa umumnya ditulis secara horizontal atau melebar dari kiri ke kanan. Namun ada juga perincian yang berupa unsur-unsur atau bagian yang berbentuk kalimat.
Contoh rincian berbentuk kalimat ditulis berbentuk satuan-satuan secara vertikal.
- Proses untuk mempelajari unsur-unsur suatu bahasa meliputi:
(1)Pengenalan lambang-lambang bunyi,
(2)Pengenalan lafal dan tanda baca,
(3)Pemahaman kosakata bersifat kekrabatan, dan
(4)Pemahaman terhadap bentuk kata, frasa, kata tugas, klausa, dan perubahan makna.
Contoh perincian berbentuk kata yang ditulis secara horizontal. Masingmasing unsurnya dipisahkan oleh tanda koma (,)
- Untuk keperluan lomba lukis, Reihan harus menyiapkan alat tulis, karton, cat air, dan kuas.
C. Ragam Bahasa
Dalam bahasa Indonesia terdapat aneka ragam bahasa yang timbul akibat pengaruh dari berbagai hal yang berhubungan dengan penutur bahasa dan sarana atau media yang digunakan.
1. Hal yang berhubungan dengan penutur dapat dibedakan seperti berikut.
A. Latar belakang daerah penutur.
Ragam bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh latar belakang daerah penuturnya menimbulkan ragam daerah atau dialek. Dialek adalah cara berbahasa Indonesia
yang diwarnai oleh karakter bahasa daerah yang masih melekat pada penuturnya. Contoh: Bahasa Indonesia dengan dialek Betawi biasanya menggunakan fonem /e/ untuk melafalkan kata yang berakhir dengan vokal /a/., misalnya apa menjadi ape, di mana menj di di mane, dan seterusnya. Begitu pula dengan logat Jawa untuk menyebutkan kata berawalan konsonan /b/ akan terdengar
bunyi an konsonan /m/, misalnya, Bandung menjadi mBandung, Bogor menjadi mBogor.
B. Latar belakang pendidikan penutur.
Berdasarkan latar belakang pendidikan penutur, timbul ragam yang berlafal baku dan yang tidak berlafal baku khususnya dalam pengucapan kosakata yang
berasal dari unsur serapan asing. Kaum berpendidikan umumnya melafalkan sesuai dengan lafal baku. Namun, untuk yang kurang atau tidak berpendidikan, pelafalan diucapkan tidak tepat atau
tidak baku. Contoh pengucapan kata film, foto, fokus, fakultas diucapkan pilm, poto, pokus, pakultas.

C. Situasi pemakaian, sikap, dan hubungan sosial penutur.
Berdasarkan hal ini, timbul ragam formal, semiformal, dan nonformal. Ragam formal digunakan pada situasi resmi atau formal, seperti di kantor, dalam rapat, seminar, atau acara-acara kenegaraan. Ragam formal menggunakan kosakata baku dan kalimatnya terstruktur lengkap. Ragam formal juga dipakai jika penutur berbicara pada orang yang disegani atau dihormati, misalnya pimpinan perusahaan.
Ragam semiformal dan nonformal biasa dipakai pada situasi tidak resmi seperti di warung, di kantin, di pasar, pada situasi santai, dan akrab. Ragam semiformal dan formal dibedakan oleh pemilihan
katanya. Ragam formal menggunakan kalimat yang tidak lengkap gramatikalnya dan kosakata yang dipilih cenderung tidak baku,sedangkan ragam nonformal relatif sama dengan ragam informalhanya pilihan katanya lebih luwes atau bebas. Kata-kata daerahatau gaul dapat digunakan sepanjang masing-masing penuturnyamemahami dan tak terganggu dengan penggunaan kata tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar